Category Archives: SOCCER KNOWLEDGE

Apa Itu Gegenpressing ala Jurgen Klopp ?

Taktik Bola – Gegenpressing merupakan satu strategi dalam sepak bola kekinian. Taktik ini dipopulerkan oleh Jurgen Klopp yang pada masanya sukses menjadikan Dortmund sebuah tim yang menakutkan. Terbukti Dortmund berhasil menjadi juara Bundesliga dan meraih trofi DFB Pokal serta mampu mencapai final Liga Champions. Lalu, seperti apa itu Gegenpressing ala Klopp ?

Berbeda dengan counterpressing, taktik sepak bola Gegenpressing tidak mengharuskan pemain menekan lawan setiap saat. Tentu alasannya jelas yaitu untuk menghemat stamina. Bila stamina cepat kendor maka permainan akan menjadi buruk sehingga kalah sangat mungkin terjadi.

Pada strategi Gegenpressing, pemain hanya melakukan penekanan terhadap lawan saat kehilangan bola. Pemain di sekitar juga harus responsip ikut menekan agar bola kembali bisa diraih. Jadi sederhananya Gegenpressing hanya melakukan tekanan terhadap lawan berpuluh atau beratus kali sesuai dengan jumlah kehilangan bola. Penekanan sekali lagi tidak dilakukan saat bola dikuasi oleh lawan dari lapangannya sendiri.

Mengapa Jurgen Klopp tidak berhasil menerapkan taktik ini dengan baik di Liverpool ? Buktinya jelas, tak ada prestasi mentereng yang diraih Coutinho Cs. Di suatu kesempatan, Klopp mengatakan dirinya tidak bisa sim salabim membuat Liverpool jadi dominan baik di Eropa maupun di Liga Inggris. Semua butuh proses dan itu pun ia lajukan di Dortmund. Tiga tahun setelah membangun konsep gegenpressing, baru sang pelatih berhasil memberi Die Boreussian beberapa trofi bergengsi.

Inti dari strategi Gegenpressing adalah pressing dilakukan setiap pemain kehilangan bola dan semua pemain di sekitarnya harus melakukan pressing yang artinya harus reaktif terhadap kehilangan bola. Bagi Jurgen Klopp, bermain kolektif adalah hal penting dalam strategi Gegenpressing. Itulah alasan mengapa ia tidak mau membeli pemain bintang yang terlalu menonjolkan kemampuan individunya.

Pentingnya Peran Box-to-box Midfielder dalam Sepak Bola Moderen

Strategi Sepak Bola – Menarik tentunya membicarakan posisi seorang pemain dalam sepak bola. Salah satu posisi yang punya peranan penting adalah pemain tengah atau Midfielder. Di era sepak bola moderen, ada satu posisi yaitu Box-to-box Midfielder yang amat dibutuhkan. Mengapa demikian ?

Sebelum lebih jauh, ada baiknya dipahami dulu apa itu Box-to-box Midfielder. Posisi pemain ini ada di antara pemain belakang dan pemain depan. Fungsi utamanya membantu tim saat bertahan sekaligus saat menyerang. Tugas yang tak mudah tentunya. Jadi ruang gerak pemain Box-to-box amat luas yang tentu saja harus dilengkapi dengan keseimbangan tenaga yang luar biasa.

Karena punya peran membantu pertahanan, kemampuan intersep dan tekel seorang Box-to-box harus baik. Pun begitu saat menyerang, pemain di posisi ini harus pandai melakukan pasing dan tembakan. Perpindahan cepat dari belakang ke depan atau sebaliknya menuntut stamina yang sangat prima. Umumnya, permainan sebuah tim akan sangat dipengaruhi oleh kondisi Box-to-box. Bila bermain jelek, maka bisa dipastikan keseluruhan tim pun akan jelek performanya dan sebaliknya.

Dalam sebuah tim, bisa jadi pelatih memasang lebih dari satu Box-to-box yang tentu saja untuk menciptakan keseimbangan bermain yang bagus. Sebut saja PSG memainkan dua Box-to-box yang diperankan oleh Marco Veratti dan Blaise Mattuidi. Juventus juga memainkan dua gelandang serupa yang ada pada diri Marchisio dan Kheidira.

Hampir semua tim-tim elit Eropa kini menggunakan pemain yang berposisi box-to-box. Tujuannya sangat jelas yaitu untuk bisa baik saat menyerang dan juga saat bertahan. Lihat saja Real Madrid dengan Toni Kroos sebagai box-to-box. Dua trofi liga champions dan juara La Liga telah diraih Madrid bersama Kroos. Barcelona juga memiliki box-to-box yang ada pada diri Ivan Rakitic. Hasilnya Treble bisa diraih meskipun hal ini juga dipengaruhi oleh para pemain sekaliber Messi, Neymar dan Suarez.

Saking pentingnya posisi pemain box-to-box di sepak bola moderen, sebuah klub rela mengeluarkan uang banyak untuk posisi tersebut. Contohnya, Chelsea yang ngebet mendatangkan Radja Nainggolan yang memang merupakan salah satu box-to-box ulung saat ini. Nainggolan berhasil menjadi pemain penting AS Roma yang membuat tim ini selalu masuk zona Liga Champions dalam beberapa musim terakhir.

 

Mengenal Lebih Jauh Counterpressing Ala Mauricio Pochettino

Taktik Sepak Bola – Permainan sepak bola tentu tak bisa lepas dari taktik. Sebuah taktik yang diterapkan oleh pelatih akan sangat menentukan hasil yang diperoleh. Tentu banyak sekali taktik sepak bola yang dirancang dengan dasar filosofi bermain tertentu. Sebut saja taktik penguasaan bola atau ball possesion ala Barcelona yang dikenal dengan Tiki Taka. Namun kali ini bukan taktik itu yang akan dibahas melainkan sepak bola counterpressing yang ternyata berhasil mendatangkan hasil positif bagi Tottenham Hotspurs. Konsisten dalam 2 musim masuk posisi The Big Four BPL adalah kesahihan dari counterpressing yang dirancang oleh Mauricio Pochettino, pelatih Spurs.

taktik sepak bolaLalu, seperti apa itu counterpressing ? Untuk lebih mudah memahaminya, taktik ini adalah anti tesis dari counterattack yang acap disebut taktik serangan balik. Jadi sederhananya, counterpressing adalah strategi permainan bola dengan menekan balik. Pochetino yang menciptakan taktik ini selalu memerintahkan para pemainnya untuk melakukan Pressing saat kehilangan bola yang tentu saja dengan cara terorganisir.

Pada formasi 4-2-3-1 yang digunakan Spurs, bek kanan dan bek kiri bertugas menjaga lebar lapangan. Gelandang bertahan, Eric Dier, akan berada persis di depan dua bek tengah untuk menjaga kedalaman pertahanan. Dan Dembelle serta Ericson yang keduanya berperan menjadi gelandang serang akan turun untuk berada di depan tiga bek Spurs. Posisi terstruktur inilah yang kemudian membuat The Lilywhites amat siap menekan setiap serangan yang dilancarkan lawan.

Pochettino memang menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga jarak antar pemain. Fungsinya untuk menutup ruang sehingga pemain lawan sulit melakukan serangan atau penetrasi. Menjaga kedekatan antar pemain akan membuat lapangan menjadi padat dan sempit dan di waktu bersamaan, Pressing secara kolektif bisa dilakukan.

Sistem permainan anak asuh Pochettino pun tidak memanjakan penyerang utama mereka Herry Kane untuk berdiam diri saja menunggu Supply bola. Kane kerap bergerak melebar untuk melakukan operan satu dua baik dengan dua full back atau dua pemain sayap yaitu Delle Ali dan Son. Dengan cara ini, celah pertahanan lawan kerap bisa dibongkar oleh para pemain Spurs. Al hasil, Chelsea, Manchester City, Arsenal dan MU dikalahkan oleh Spurs pada musim lalu.

Inti dari permainan counterpressing yang konsisten diterapkan oleh Spurs adalah menjaga jarak antar pemain agar tidak terlalu lebar yaitu dengan cara kembali ke posisi sesuai instruksi poch, sebutan pelatih Spurs. Kemudian pressing dilakukan kolektif saat kehilangan bola yang tujuannya untuk ngeblok serangan dan merebut kembali bola. Semua pemain harus aktif melakukan pressing untuk merebut bola bahkan hal ini harus dilakukan juga oleh penyerang utama. Tanpa diisi nama-nama besar dan dengan rata-rata usia pemain 24 tahun( tim dengan rataan usia termuda di Inggris ), Tottenham Hotspurs dengan Pochettino menjadi juru taktik telah membuktikan keberhasilan taktik counterpressing.